KELUARGA

Mengenal lebih jauh delapan kecerdasan anak

Oleh Suri Arnawati

Anak adalah karunia terindah dari Tuhan yang patut untuk kita syukuri. Anak adalah titipan dari Tuhan yang wajib kita didik, besarkan penuh rasa sayang. Karena anak adalah investasi masa depan untuk orang tua dan sebagai calon generasi penerus bangsa. Dari anak-anak itulah kelak akan tercetak generasi penerus bangsa yang cerdas dan memiliki moral yang baik. untuk membentuk anak-anak yang cerdas dan bermoral sejak dini orang tua harus memgenali sifat dan kemampuan anak. Mari mengenal dan mempelajari delapan kecerdasan anak yaitu:

Kecerdasan linguistik-verbal

Anak-anak yang memiliki kecerdasan ini memiliki kemampuan untuk menyusun pikirannya dengan jelas. Mampu mengungkapkan pikiran dalam bentuk kata-kata seperti berbicara, menulis dan, membaca. Sangat cakap berbahasa seperti menceitakan kembali kisah yang mereka baca, berdebat, berdiskusi, menulis laporan. Kecerdasan jenis ini sangat diperlukan pada profesi guru, pengacara, penyiar radio,penulis buku dan editor.

 

Kecerdasan logika Matematika

Anak-anak yang memiliki kecerdasan ini memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan angka-angka dan bilangan, berfikir logis dan ilmiah.

Seorang anak yang cerdas secara logika matematika sering tertarik dengan pola bilangan dan angka sehingga dia lebih banyak berfikir logis atau menyimpulkan informasi secara matematik. Kecerdasan ini sangat diperlukan pada profesi guru matematika dan pakar matematika.

 

Kecerdasan visual-spasial

Anak-anak yang memiliki kecerdasan ini memiliki kemampuan untuk melihat secara rinci gambaran visual yang terdapat disekitarnya.  Memiliki kemampuan persepsi yang besar dan menuangkan ide dalam bentuk karya seni. Kecerdasan ini sangat diperlukan pada profesi seniman, fotografer dan arsitek.

 

Kecerdasan Ritmik musikal

Kecerdasan ritmik musikal adalah kemampuan seseorang untuk menyimpan nada untuk mengingat irama.  Manfaat kecerdasan ini adalah untuk meningkatkan daya kemampuan untuk mengingat dan meningkatkan kecerdasan anak. Pada anak yang memiliki kecerdasan ini informasi akan lebih tersimpan di memorinya

 

Kecerdasan kinestetik

Anak-anak yang memiliki kecerdasan ini memiliki kemampuan untuk membangun hubungan yang penting antara pikiran dan tubuh, yang memungkinkan tubuh memanipulasi objek dengan cara menciptakan gerakan. Manfaat kecerdasaan ini untuk meningkatkan kemampuan psikomotor, meningkatkan kemampuan sosial dan sportivitas, membangun percaya diri dan harga diri, dan meningkatkaan kesehatan anak.

 

Kecerdasan interpersonal

Anak-anak yang memiliki kecerdasan ini memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain sehingga mudah bergaul, banyak teman, dan disenangi teman. Berusaha menyelesaikan masalah dengan baik tanpa berselisih dengan orang lain. Manfaat kecerdasan ini untuk memudahkan anak menyeuaikan diri di lingkungan yang baru, menyiapkan anak menjadi pribadi yang dewasa dan sadar secara sosial.

 

Kecerdasan intrapersonal

Kecerdasan intrapersonal diperlihatkan dalam bentuk kemampuan dalam membangun persepsi yang akurat tentang diri sendiri dan menggunakan kemampuan rencana, mengarahkan dan memimpin orang lain.

 

Kecerdasan naturalis

Kecerdasan naturalis adalah kecerdasan untuk mengenali dan menggolongkan spesies flora dan fauna di lingkungannya. Contoh orang-orang yang memiliki kecerdasan ini adalah para pencinta alam dan para peneliti flora dan fauna.

 

Kecerdasan yang dibahas tadi tidak bisa berdiri sendiri. Kedelapan kecerdasan itu saling mempengaruhi. Dan setiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda, perbedaan itu membuat kemampuan anak untuk memahami pengetahuan yang baru diajarkan juga berbeda-beda. Tugas orang tua hanya mengarahkan anak untuk mendapatkan kecerdasan yang sesuai dengan bakat dan minat anak bukan memaksakan anak untuk mempelajari hal yang sebenarnya tidak disukai anak. Dengan mengenali kecerdasan anak sejak dini sangat penting untuk orang tua agar bisa memfasilitasi model pendidikan sesuai kecerdasan yang dimiliki anak dan mengasah dan mengembangkan kecerdasan yang dimiliki secara optimal.

 

Sumber:

Buku Psikologi Perkembangan Anak  karya  Diah Ayuningsih, M.Psi. halaman 55-61

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s