kesalahan yang sering dilakukan guru

Tujuh Kesalahan yang Sering Dilakukan Guru

oleh Suri Arnawati

Tujuh kesalahan  yang sering dilakukan secara sadar dan tidak oleh seorang guru saat mengajar antara lain:

1. mengambil jalan pintas dalam pembelajaran

pengambilan jalan pintas dalam pembelajaran yaitu dengan tidak membuat persiapan saat mengajar. membuat persiapan mengajar secara borongan saat akan diadakanya tinjauan dari pengawas.

2. menunggu peserta didik berperilaku negatif

memberikan perhatian pada peserta didik saat situasi ribut. Hal itu salah besar, harusnya guru selalu memperhatikan peserta didik saat proses pembelajaran berlangsung.

3. penegakan disiplin secara destruktrif

kegiatan penegakan disiplin secara destruktif dapat merugikan peserta didik. Hendaknya jika ingin mendisiplinkan siswa sebaiknya hindari hukuman yang berat, hindari mengejek dan menghina.

4.mengabaikan perbedaan peserta didik

guru melupakan bahwa peserta didik mempunyai perbedaan unik, mereka  memiliki kelemahan, kelebihan, bakat minat, latarbelakang yang berbeda satu dengan yang lainya.

5. merasa paling pandai

guru merasa paling pandai, paling tahu dengan pelajaran. Hal itu salah, pada zaman sekarang anak-anak sudah belajar lewat internet, siswa banyak mendapatkan informasi yang teraktual dari pada guru yang hanya tau materi pelajaran lewat buku pelajaran.

6. tidak adil

guru terkadang bersikap tidak adil saat memperlakukan peserta didik. Peserta didik yang berasal dari keluarga kaya terkadang lebih diistimewakan, sedang peserta didik yang berasal dari keluarga miskin tidak diperhatikan guru.

7. memaksa hak peserta didik

bentuk pemaksaan pada peserta didik berupa mewajibkan setiap peserta didik membeli buku paket. Untuk peserta didik yang berasal dari keluarga kaya mungkin bisa langsung membelinya, tapi untuk peserta didik yang berasal dari keluarga miskin sangat memberatkan.

Demikian tujuh kesalahan yang dilakukan guru saat pembelajran, semoga kita sebagai calon pendidik belajar dari kesalahan tersebut. Belajar untuk tidak melakukan kesalahan yang merugikan peserta didik. Semoga bisa bermanfaat untuk koreksi diri agar menjadi guru yang lebih baik dan profesional.

sumber: E. Mulyasa. (2011). Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA

About arnawatisuri

mahasiswa UPY jurusan S1 PGSD
This entry was posted in PENDIDIKAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s