bimbingan khusus

Membimbing Peserta Didik yang Lamban

oleh Suri Arnawati

Lamban belajar ( slow learning ) merupakan salah satu bentuk kesulitan belajar yang dialami peserta didik. Lamban belajar disini terdiri dari lamban mengikuti pembelajaran, menganalisi apa yang dipelajari, kesulitan memahami isi pembelajaran, sulit membentuk kompetensi dan mencapai tujuan pemebelajaran. Slow learning menunjukan peserta didik yang lamban belajar akibat kelambanan dan perkembangan mental. Kemempuan peserta didik yang lamban belajar lebih rendah dibanding perkembangan anak-anak normal lainnya. Kelambanan ini disebabkan oleh tingkat kecerdasan dibawah rata-rata.  Ciri-ciri peserta didik yang lamban belajar:

1. lamban. Peserta didik lambat dalam menerima dan mengolah pembelajaran, lamban dalam memahami isi bacaan dan lambat menganalisis dan memecahkan masalah.

2. kurang mampu. Peserta didik kurang mampu berkonsentrasi, berkomonikasi dengan orang lain.

3. tidak berprestasi. Peserta didik prestasi akademiknya rendah di sekolah.

4. motoriknya lamban. Peserta didik lamban dalam belajar berjalan, terlambat belajar berbicara, gerak otot kendor dan tidak lincah.

5. perilaku negatif. Peserta didik mempunyai perilaku yang kurang baik yang berbeda dengan anak-anak lain disekitarnya.

Usaha-usaha bimbingan untuk peserta didik yang lamban belajar adalah:

1. pemberian informasi tentang cara belajar yang efektif di sekolah dan di rumah. misalnya belajar di waktu senggang.

2. bantuan penempatan. menempatkan peserta didik pada suatu kelompok diskusi. Bantuan penempatan berfungsi sebagai perbaikan terhadap masalah dan kesulitan yang dihadapi peserta didik.

3. mengadakan pertemuan dengan orang tua untuk melakukan konsultasi mencari pemecahan masalah lamban belajar yang dihadapi peserta didik dan sama-sama memotivasi peserta didk untuk selalu semangat belajar.

4. memberikan remidi, mengadakan pembelajaran kembali secara khusus agar peserta didik yang lamban dapat mengejar ketertinggalan.

5. menyajikan pembelajaran yang kongkrit dengan menggunakan media visual yang mudah dimengerti peserta didik.

6. memberikan layanan konseling bagi peserta didik yang mengalami lamban belajar.

7. memberikan perhatian khusus pada peserta didik yang lamban dan memberikan motivasi atau dorongan moral pada peserta didik yang mengalami lamban belajar.

Sumber: E. Mulyas.(2011). Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA

About arnawatisuri

mahasiswa UPY jurusan S1 PGSD
This entry was posted in PENDIDIKAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s