Renungan

Kurangilah Mengeluh

oleh Suri Arnawati

Sebagai manusia kita senantiasa mengeluhkan kondisi yang kita alami, susah sedikit mengeluh, sakit sedikit mengeluh, terlalu panas mengeluh, hujan terus mengeluh. Taukah manusia jika kita senantiasa mengeluhkan kondisi yang kita hadapi kita jauh dari rasa syukur, mensyukuri nikmat yang telah Tuhan berikan pada kita. Mengeluh juga akan menjauhkan kita dari kebahagiaan, meski kita dalam kondisi sakit pastilah masih ada rasa bahagia yang harus disyukuri, rasa kebahagiaan itu adalah nikmat yang tiada duanya yang harus kita selalu syukuri. Nikmat itu adalah masih diberi nafas dan kesempatan hidup untuk memperbaiki hidup untuk lebih baik lagi. Terkadang manusia lupa nikmat itu sehingga mereka menyalahkan Tuhan dalam setiap keluhanya. Lihatlah orang-orang disekitar kita yang maaf hidupnya  jauh dari kata layak, ingin makan saja mereka harus mencari barang bekas di tempat sampah. Mereka berusaha sabar, dan tidak mengeluh dalam setiap harinya. Dalam kesusahanpun mereka masih bisa berbagi, bukti nyata ada seorang perempuan paruhbaya di daerah Jakarta, perempuan itu bekerja sebagai pemulung. Suatu hari saat Idul Adha, perempuan itu menerima jatah daging di masjid dekat tempat tinggalnya. Hati perempuan itu berbicara “ kapan yah aku bisa korban ”. Keinginan untuk berkorban itu diutarakan pada sang suami dan sang suami hanya tertawa dan menyepelekan impian istrinya. Tapi permpuan itu tidak lantas putus asa, perempuan itu rajin bekerja dan selelu menyisihkan uang sedikit demi sedikit demi impiannya itu. Perempuan itu tidak pernah mengeluh dengan keadaanya, dia selau mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan. Setelah bertahun-tahun menabung akhirnya pada idul adha tahun ini, perempuan tersebut bisa membeli hewan dua ekor kambing sebagai hewan korban untuk diserahkan pada masjid  dekat dengan tempat tinggalnya. Orang-orang disekitar masjid membicarakan perempuan itu, mau apa gelandangan ke masjid? Minta jatah korban apa ucap salah satu warga. Hus jangan sembarangan kamu ngomong, dia kemasjid mau korban tau jawab salah satu panitia korban. Seketika itu para warga yang berada di masjid diam dan kagum dengan perempuan itu. Mereka memperoleh pelajaran yang sangat berharga bahwa dalam keadaan kesusahanpun perempuan itu masia bisa menyisakan uangnya untuk berkorban. Sedangkan orang yang punya uang banyak dan kecukupan selalu mengeluh kalau ingin mengeluarkan uang untuk sedekah. Semoga cerita ini bisa bermanfaat dan bisa dijadikan renungan untuk menjadi manusia yang lebih baik.

About arnawatisuri

mahasiswa UPY jurusan S1 PGSD
This entry was posted in PENDIDIKAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s