potret pendidikan di daerah perbatasan

Kisah miris dari perbatasan

oleh Suri Arnawati

siswa perbatasan

 

Ini kisah nyata yang terjadi di daerah perbatasan Indonesia dan Malaysia tepatnya di Entikong, Saggau, Kalimantan Barat. Entikong masih termasuk wilayah republik Indonesia tetapi kondisi disana sangat memprihatinkan jauh dari kehidupan masyarakat lain yang hidup dekat dengan pemerintahan, anak-anak harus bersekolah ditempat yang jauh dari kata layak sebagai tempat belajar tempat menuntut ilmu, tempat dimana menyiapkan generasi muda penerus bangsa. Untuk sampai ke sekolah mereka membutuhkan perjalanan yang jauh, mereka harus berjalan kaki tanpa sepatu ataupun alas kaki, ada yang harus menaiki sampan untuk sampai kesekolah. Sungguh sanggatlah miris dijaman yang kata orang sudah merdeka, masih ada anak bangsa yang sangtlah sulit untuk merasakan pendidikan yang sebenarnya hak setiap warganegara. Berbanding terbalik dengan negara sebelah Malaysia yang berbatasan dengan Indonesia. Anak-anak yang jauh dari pemerintahan masih dapat memperoleh pendidikan yang layak. Mereka diberi fasilitas pendidikan gratis. Ada apa dengan Indonesia, yang katanya negeri yang kaya dan subur tapi tidak bisa memenuhi kebutuhan pendidikan yang layak untuk anak-anak di daerah perbatasan. Apa para pejabat pemerintah pusat  tutup mata dengan realita ini, mereka hanya umbar janji saat kampanye tapi setelah berkuasa mereka lupa dengan janji-janji yang pernah mereka ucap, mereka terlena dengan jabatan dan cara gampangnya mendapatkan uang. mereka asik dengan korupsi, asik menyalagunakan uang negara yang harusnya untuk kesejahteraan rakyat. Bagaimana dengan nasib bangsa ini, kalau para pemimpin pemerintahan tidak peduli dengan rakyatnya, yang hidup dekat pemerintahan saja sangatlah memprihatinkan apa lagi yang jauh dari pemerintahan. Kalau seandainya para pemimpin Indonesia peduli dengan kehidupan seluruh rakyat baik yang hidup dekat dengan pemerintahan ataupun yang jauh diperbatasan sana mungkin nasib anak-anak generasi penerus bangsa berkwalitas. karena generasi penerus bangsa yang berkwalitas bisa memajukan bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia akan bisa bersaing dengan negara-negara maju lainnya. Semoga kelak akan terwujud pemerintahan yang adil dan merata di penjuru Indonesia agar rakyat Indonesia merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya, agar rakyat Indonesia merasakan bahwa negara yang dicintai bisa memberikan penghidupan yang layak untuk kelangsungan para generasi penerus bangsa.

About arnawatisuri

mahasiswa UPY jurusan S1 PGSD
This entry was posted in PENDIDIKAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s